KITA PUNYA BATASAN.




Islam adalah agama yang syamil (menyeluruh) dan mutakamil (sempurna). Agama mulia ini diturunkan dari Allah Sang Maha Pencipta, Yang Maha Mengetahui tentang seluk beluk ciptaan-Nya. Dia turunkan ketetapan syariat agar manusia hidup tenteram dan teratur. Diantara aturan yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia adalah aturan mengenai tata cara pergaulan antara pria dan wanita. 

Dizaman modern seperti ini pergaulan patut menjadi perhatian kita bersama. Coba lihat disosial media tentang maraknya pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, dan lain sebagainya. Serta banyaknya perkembangan teknologi yang seharusnya digunakan untuk belajar meningkatkan pengetahuan tentang ipTek malah disalah gunakan. Ini semua adalah akibat dari salah pergaulan. Salah pergaulan disebabkan karena berbagai factor, mulai dari factor keluarga yang kurang harmonis hingga menyebabkan remaja frustasi dan lari kejalan yang salah, factor teman yang salah yang sering mengajak kearah negative, serta factor lingkungan yang mendukung untuk melakukan hal negative, dan juga tidak dihiraukannya lagi batasan batasan pergaulan.

Yuuk ...kita pelajari bagaimana adab pergaulan yang keren antara laki- laki dan perempuan

Pertama:  Menundukkan pandangan

Hendaknya setiap muslim/muslimah menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. 

Perhatikanlah firman Allah berikut ini, 

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka…katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya…” (QS. 24: 30-31).

Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Maka jagalah kedua biji mata ini agar terhindar dari tipu daya syaithan.

Tentang hal ini Rasulullah bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua!” (HR. Abu Daud).

Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panah setan. Kalau cuma sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan mata tersebut, pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun selanjutnya adalah haram. Ketika melihat lawan jenis,maka cepatlah kita tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati kita. Segera  mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi pandangan itu.

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

Kedua: Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)

TTM, teman tapi mesra, kemana-mana bareng, ke kantin bareng, berangkat sekolah bareng, pulang sekolah bareng. Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas pergaulan di sekolah umum sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun tidak mengapa kita sekolah di sekolah umum jika tetap bisa menjaga adb-adab bergaul dengan lawan jenis. Jika ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan maka yang ketiga sebagai pendampingnya adalah setan.

Tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32) misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).

Daripada setan yang menemani kita lebih baik malaikat bukan? Ngaji,membaca Al Quran dan memahami artinya serta menuntut ilmu agama InsyaAllah malaikatlah yang akan mendampingi kita.Tentu sebagai muslim yang cerdas, kita akan lebih memilih untuk didampingi oleh malaikat.    

Ketiga: Jaga aurat terhadap lawan jenis

Jagalah aurat kita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki yang haram untuk menikahi kita (ayah,kakek,abang,dll). Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah, teman bermain, teman pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita, maka kita wajib menutup aurat kita dengan sempurna. Maksud sempurna di sini yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh  tubuh kita dan menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita adalah kedua telapak tangan dan muka atau wajah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Dalam hal menjaga aurat, Nabi pun menegaskan sebuah tata krama yang harus diperhatikan, beliau bersabda: “Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan) laki-laki lain, begitu juga perempuan tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-laki berkumul dengan laki-laki lain dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berkemul dengan sesama perempuan dalam satu kain.” (HR. Muslim)

Keempat: Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)

Ikhtilat itu adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan oleh banyak laki-laki bukan?

Nabi Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengkhususkan di masjid Nabawi  sebuah pintu untuk masuk para wanita dan untuk keluar para wanita. Hal ini agar tidak tercampur antara masuknya para para wanita dengan laki-laki. Ini disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ قَالَ نَافِعٌ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَات

“Dari Ibnu Umar dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sekiranya kita menyisakan pintu ini (seraya beliau menunjuk kepada salah satu pintu Masjid) untuk para wanita (adalah lebih baik).” Nafi’ berkata; Maka Ibnu Umar tidak pernah masuk dari pintu tersebut hingga dia meninggal.” (HR. Abu Dawud)

Kelima: Menjaga kemaluan

Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yamng terjebak ke dalam pergaulan dan seks bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan. Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat, tidak terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun melalui telepon, SMS, chatting, YM dan media komunikasi lainnya. Bergaul dengan lawan jenis pasti ada aturan mainnya, nggak sembarangan. Karena ini bukti cinta Allah kepada hambanya agar hidup manusia itu terarah.

Mari kita bergaul dengan cara yang baik menurut agama Islam. Agar kita semua terhindar dari kesesatan yang merugikan di dunia yang sementara ini. Bergaul lah dengan santun dan jangan sombong, berbicara dengan sopan, jangan saling menghina dan iri hati. Agar kita terhindar dari ini semua sebaiknya melakukan kegiatan positif yang bermanfaat untuk masa depan saat bergaul, seperti memanfaatkan waktu luang dengan belajar bersama dan berbuat kebaikan yang berguna untuk orang lain yang membutuhkan.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin



Komentar

  1. Assalamu'alaikum ibuk..
    Alhamdulillah buk, Nisa banyak sekali mendapatkan ilmu setelah membaca artikel dari ibuk, artikel itu sangat bermanfaat bagi para remaja jaman sekarang buk, mungkin mereka hampir lupa bahwa bergaul dengan lawan jenis itu juga ada batasnya buk, termasuk diri Nisa sendiri buk.. Alhamdulillah setelah membaca artikel ini buk, Nisa sadar kalau dengan lawan jenis itu bergaul dengan adab yang telah disyariatkan oleh Islam buk,,
    Terimakasih banyak ya ibuk

    BalasHapus

Posting Komentar