JOMBLO ITU KEREN KOK



Jomblo ?……..aahhhh tidak)

Kenapa yah... bicara masalah kata-kata jomblo dikalangan remaja ibarat status yang pelik bagi mereka. Hampir nggak ada yang mau nyandang status ini. Hal ini terjadi Karena dikalangan remaja saat ini sudah sangat popular yang namanya pacaran. Hampir semua remaja seluruh dunia wajib punya status berpacaran.

Bahkan sering lihat kata kata gaul di social media mereka bilang begini:
“Haiii sob…. Selamat ultah ya,”
“Udah jangan lama-lama jomblonya, ayok move on dunk”

Padahal usia mereka baru belasan tahun…atau kelas 2 Es Em Pe.
Emang pacaran itu apa sich…kok jadi sesuatu kata kata yang suci bagi anak ABG

Apa itu pacaran….?

Asal kata “pacaran” dalam bahasa Indonesia adalah “pacar”, yang memiliki arti, “kekasih” atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Yang kemudian mendapat imbuhan –an atau ber-an yang arti harfiahnya “bercintaan”; (atau) “berkasih-kasihan” (dengan sang pacar).

Eeh…ntar dulu..kita kepoin di Wikipedia yuk…

Wikipedia mendefinisikan kata “pacaran” sebagai proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan “pernikahan”. 

Yang pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan. Maka tidak sedikit hal itu disalah artikan oleh kalangan remaja yang mengidolakan pacaran tersebut dengan melakukan tindakan-tindakan yang sangat jauh dari norma sosial, kesopanan, apalagi agama.

Cinta……
Haramkah punya rasa cinta ??? 

Emang siiih….. manusia memiliki rasa cinta yang melekat pada dirinya sebagai anugerah Yang Maha Kuasa, maka menjadi hal yang wajar jika seorang yang menginjak dewasa sudah mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Tetapi bukan untuk pacaran.
Trus buat apa dunk rasa cinta itu…..???

Ya rasa cinta itu boleh…tapi disalurkan kalau sudah halal gaess….nikah dulu.

Karena dalam Islam sendiri tidak mengajarkan dua orang yang berlawanan jenis untuk pacaran. Tatap- tatapan, pegangan tangan, bahkan lebih dari itu baru diridhoi Allah kalau dah nikah. Namun kalau statusnya masih pacaran, maka hal tsb akan mendapat murka Allah. 

Tapi justru fenomena pacaran ini seringkali disalah artikan oleh remaja yang ingin melampiaskan nafsunya.Hal ini sering disebabkan karena hasrat yang ada dalam diri remaja yang menginginkan kasih sayang dan perhatian lebih. Sehingga remaja yang merasa kurang kasih sayang ini melampiaskan keinginannya dengan berpacaran. 
        
Jangan Tertipu Dengan Nikmat Yang Semu.

Batasan pergaulan yang diajarkan agama Islam sudah sangat jelas sekali. Tetapi batasan ini seringkali tidak dihiraukan oleh remaja saat ini. Karena mungkin mereka sudah terlalu enjoy dengan apa yang mereka jalani, sehingga membuat mereka lupa bahwa kesenangan itu semu dan sesungguhnya tidak membawa kebaikan bagi mereka, malah justru banyak mudharatnya. Jelas saja, karena pacaran identik dengan bermesraan antara dua orang berlawanan jenis yang bukan muhrimnya dan belum halal. Agama secara jelas melarang hal ini.

Selain itu pacaran juga dapat menimbulkan kerugian. Kenapa begitu? 
Coba kamu bayangkan, saat pacaran misalnya pegangan tangan, pelukan, ciuman, bahkan ada yang sampai lebih dari itu karena tidak bisa menahan nafsunya. Kasihan kan orang-orang itu, membiarkan dirinya begitu mudah dijamah oleh orang yang bukan muhrimnya.

Selain itu ada yang lebih kasihan lagi, yaitu calon jodoh mereka. Jika pacar sudah mendahului menjamah tubuh mereka, maka calon jodoh mereka mendapat sisa dari mantan pacar mereka. Untuk kalian sendiri, apa mau kalian mendapat jodoh yang sudah dijamah berkali-kali oleh orang lain? Tentu tidak kan? Dan masih banyak lagi kerugian lain yang ditimbulkan dari pacaran ini. Nah, untuk itu mari berusaha bersam-sama memperbaiki diri, agar kita juga mendapat jodoh yang terbaik dari Allah SWT.

Jangan tergiur oleh istilah pacaran Islami, atau apalah namanya, karena tipu muslihat setan itu sangat halus.

Sungguh aneh jika ada yang mengatakan “kita boleh berpacaran asal itu dilakukan secara islami, mencintai karena Allah”. Rasanya sangat lucu sekali jika selepas melakukan hubungan kepada Allah (shalat) kemudian kita melakukan hubungan kepada sang pacar dengan bermesraan lewat telepon, sms, atau lewat jejaring sosial. Akhirnya STMJ (shalat terus maksiat pun jalan) na’udzubillah min dzalik. 

Sob.... berhati-hatilah dalam hidupmu ...


Agar tidak terjebak dalam jalan yang salah. Ingat, didunia ini semuanya semu, adapun nikmat yang terdapat didunia ini, itu hanyalah sementara. Ingatlah kawan bahwa masih ada kehidupan akhirat yang kekal abadi. Jangan mudah tergiur dengan indahnya pacaran yang belum halal, jangan biarkan pacaran merusak masa depanmu. Jangan biarkan pacaran merusak pikiranmu.

Biarkan orang lain menilai kita kuno, gak laku, gak gaul,dsb. Yang penting kita berusaha melakukan perintah Allah SWT untuk menjuhi maksiat. 

Menjadi single adalah sebuah pilihan ...soob, bukan nasib. 

Karena nasibmu adalah jodohmu yang kelak akan mengajakmu kedalam suatu hubungan yang halal, yang diridhai Allah, dan semua orang. Itulah hubungan yang disebut pernikahan. 

Jadi, jangan khawatir tidak laku. Kan Allah sudah menyiapkan jodoh untuk kita sejak dalam rahim ibu. Hanya kita perlu berusaha untuk menemukan dimana dan siapa dia. Bukan dengan jalan gonta-ganti pacar, tetapi dengan cara berdo’a dan meminta petunjuk kepada Allah agar didekatkan pada jodohnya. 

Hati- Hati Dengan Cinta Buta

Sob...... pada dasarnya cinta itu tulus dan suci. Cinta yang dilandasi dengan rasa kasih sayang dan ketulusan serta terjalin dalam hubungan yang suci pula yang disebut pernikahan, itulah makna cinta yang sesungguhnya. 

Waspadalah dengan hubungan yang juga mengatas namakan cinta tetapi dalam hubungan yang tidak sah, seperti pacaran. Karena pacaran biasanya mengarah kepada kemaksiatan, atau mendekati zina. Cinta yang diwujudkan dengan pacaran itulah yang disebut cinta buta. Cinta buta adalah cinta yang hanya untuk melampiaskan nafsu belaka, tanpa adanya norma etika didalamnya.

Kemaksiatan kerap kali diawali karena hubungan pacaran ini. Karena dua orang manusia dewasa yang berlawan jenis sama-sama mempunyai nafsu. Semua ini bisa diawali karena adanya komunikasi yang melampaui batas antara dua orang yang bukan muhrim. 






Komentar

  1. Assalamu'alaikum ibuk, Buk, Alhamdulillah buk.. Nisa setelah baca ini rasanya tidak mau berpacaran buk.. dan Alhamdulillah buk, Nisa sampai sekarang ini ngga pernah tau apa itu pacaran buk.. setelah baca artikel ini buk, Nisa sangat ingin tidak mau menyandang status pacaran sampai kapan pun buk, kecuali ketika sudah dihalalkan buk.. jadi, Nisa yakin bahwa jodoh itu ditangan Allah buk..
    Terimakasih banyak ya ibuk

    BalasHapus
  2. MasyaAllah..luar biasa artikelnya bu....sangat bermanfaat, apalagi bagi remaja awal..
    Bolehkah di share ulang bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan .....sebarkan kebaikan. saya izinkan
      Semoga usaha kecil ini bisa membantu menyelamatkan generasi sekarang

      Hapus

Posting Komentar