DARAH MUDA 





Ingat lagu Rhoma Irama dibawah ini?

Darah muda darahnya para remaja"
Yang selalu merasa gagah"
Tak pernah mau mengalah"
Masa muda masa yang berapi-api"
Yang maunya menang sendiri"
Walau salah tak peduli"

Lagu ini bercerita tentang masa muda. Masa muda masa yang asyik. Ketika remaja pikiran santuy, nggak seberat emak emak yang punya anak 4. Yang harus mikirin cicilan rumah dan beli popok anak.

Masa muda merupakan masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Maka ini merupakan nikmat besar dari Allah Ta’ala yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya untuk amal kebaikan guna meraih ridha Allah Ta’ala.

Akan tetapi bersamaan dengan itu, masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. Seorang pemuda yang sedang dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwanya, yang ini sering menyebabkan dia mengalami keguncangan dalam hidup dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut.

Pemuda adalah aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Kemajuan suatu bangsa tergantung dari bagaimana pemudanya bertindak. Dalam Islam, pemuda memiliki peranan penting yaitu mempelajari ilmu agama Islam dan memperjuangkan Islam. Namun seiring berjalannya waktu, hampir sebagian besar kata pemuda identik dengan pemabuk, pencuri, pembegal dan masih banyak lainnya yang bisa kita lihat di wilayah sekitar kita.

Coba kita lihat beberapa tokoh ini, 
Seperti Salman  Al-Farisi. Dia adalah seorang pencetus ide pembuatan parit untuk menghadang puluhan ribu musuh yang tak sebanding jumlahnya dengan kaum muslimin pada waktu itu.
Selain itu, ada Khalid bin Walid. Ia adalah seorang panglima yang sangat cerdas dalam mengatur strategi dalam peperangan sehingga ia terkenal sebagai sosok pemuda yang tak pernah kalah dalam berperang walaupun umurnya masih sangat balia namun semangat kepemudaannya selalu ia kobarkan.

Selain itu, sebagian dari para tokoh penting kemajuan islam yang memiliki semangat juang tinggi yakni Ali bin Abi Thalib, Muhammad Al- Fatih dan Usamah bin Zaid. Ali bin Abi Talib adalah pemuda yang selalu menemani dan melindungi  Rasulullah sedangkan Muhammad Al-Fatih adalah seorang panglima perang pasukan muslim untuk mengalahkan satu imperium yang telah berdiri kokoh selama 11 abad yaitu Byzantium. Selain itu, ada Usamah bin zaid yakni pemuda yang dipercayai oleh Rasulullah dalam usia 18 tahun kemudian dilanjutkan dengan Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq.Ali bin Abi Thalib,

Muhammad Al- Fatih, dan Usamah bin Zaid adalah tiga pemuda Islam yang mempunyai kesaamaan. 
Pertama, mereka memiliki pemahaman yang baik tentang islam dan menjadikan pemahaman tersebut sebagai pedoman dalam hidupnya. Kedua, rasa cinta terhadap islam dan kemampuan dalam menyebarkan dakwah islam sangat tinggi. Ketiga, mereka adalah pemuda yang telah megikuti peperangan dalam usia muda.

Di dalam Al-Qur’an, banyak sekali ayat yang menceritakan tentang pemuda, misalnya kisah para sahabat Rasulullah. Dari berbagai kisah dan penjelasan tersebut, dapat kita pahami bahwa Al- Qur’an selalu menempatkan pemuda pada makna yang positif. Seperti firman Allah dalam surah Ar-Rum berikut:
“Dialah Allah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah,kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah ( kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (Ar-Rum [ 30] : 54)

Maksud ayat tersebut ialah: masa keadaan lemah manusia yang pertama adalah ketika masih kecil, lalu kuat ketika ia sudah dewasa atau muda, dan ia akan lemah kembali ketika ia memasuki masa tua atau sudah beruban. Allah ingin menunjukkan bahwa pemuda memiliki kekuatan, dan pemuda merupakan kekuatan diantara dua kelemahan. Dan dari kekuatan itu, ada harapan besar bahwa peradaban Islam bisa bangkit pada masa jayanya.

KISAH PEMUDA YANG DIABADIKAN DALAM AL-QUR'AN.

Alkisah beberapa abad sebelum nabi Isa diutus ada sekelompok pemuda. Mereka hidup di tengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim, Raja Diqyanus di Romawi. Raja tersebut menyembah berhala dan memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja.

Tujuh pemuda tersebut menolak  keyakinan raja tersebut dalam beratuhid. Trus mereka menentang dengan berani. Tentu saja raja marah. Lalu mereka diberi pilihan, apakah ikut perintah raja dan hidup dengan senang di istana atau tetap dengan keyakinan mereka menyembah Allah, tapi akan mendapat siksa dan hukuman

Naahhh….disini kerennya 7 pemuda tadi, semua tawaran raja ditolak mereka. Mereka nggak mau hidup dalam kesenangan tapi dalam kondisi ingkar kepada Allah.

Raja  memerintahkan untuk menghukum mereka. Dan pemuda tersebut diberi kesempatan berpikir. Kondisi tersebut mereka musyawarahkan. Akhirnya mereka memutuskan pergi meninggalkan kampung halamannya.

Kemudian dikejarlah mereka untuk dibunuh. Namun, mereka selamat dari kejaran pasukan raja dengan bersembunyi di sebuah gua (sebanyak 7 orang dengan seeker anjing), Allah menidurkan mereka dengan ditutup kedua telinga oleh Allah SWT, dan dibangunkan-Nya setelah melewati sekitar 309 tahun.

Allah memujinya karena keteguhan aqidahnya seperti firman Allah  dalam surah Al- Kahfi ([18 ] : 13) yakni “ sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. ”

Kisah mereka merupakan salah satu keajaiban yang Allah swt takdirkan dalam sejarah kehidupan manusia. Mereka menjadi ikon dalam keteguhan dan berpegang teguh pada keimanan yang lurus.
Allah SWT sengaja mengangkat cerita  Ashabul Kahfi sebagai kisah teladan dari para pemuda yang memang layak untuk menjadi model yang menginspirasi dari generasi ke generasi. Apalagi di zaman sekarang yang jenis godaan lebih banyak dan tingkatannya lebih berat daripada jaman dahulu.

Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang memiliki idealisme, keteguhan, dan semangat serta optimisme yang tinggi. Mengapa para pemuda beriman, Ashabul Kahfi ini begitu gigih melawan kedzaliman? Karena kedzoliman bisa merusak kehidupan masyarakat dan tidak bisa dibiarkan.

Sekarang ini, jarang sekali kita melihat masjid-masjid di lingkungan kita terisi penuh oleh anak-anak maupun pemuda yang akan mebaca Al- Qur’an. Anehnya, ketika sudah adzan magrib, mereka masih asyik nongkrong di jalanan. Mereka seakan-akan tak peduli dengan panggilan Allah SWT.

Generasi sekarang sebaiknya mencontoh genarasi yang beriman tersebut. Karena masa muda ini adalah masa yang diberi kekuatan fisik dan mental yang sempurna dari Allah, walaupun dalam penuh dengan godaan. Bukankah Allah sudah ngasih garansi bahwa 7 manusia yang dapat naungan di akhirat nanti salah satunya pemuda yang dimasa mudanya dapat mengendalikan nafsunya dalam ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah….



Komentar