Di Jemput Janji.
By : Hari Elfira
Katanya Janji adalah
Hutang.
Harus di tagih,
walau merintih dan berdalih.
Janji, pengikat hari
agar tetap menanti melukis sketsa hidupmu.
Lanskap senja penuh
cinta, surya separuh bersinar manja.
Sebatang cemara tua dengan
kita berteduh dibawahnya.
Dalam kata Janji
setia, bersama menyusun kata menoreh makna.
Bahwa hidup adalah
jejak dan riwayat.
Apa kabarmu wahai
pujangga?
Kutulis sajak ini
dengan restu sebatang rindu.
Dalam delik hari di
jemput janji.
Kau akan setia..MENULIS
SETIAP HARI.
Hai pujangga!
Kau pekik penat yang
mengurung diri, dan pelik nasib yang tak kunjung letih mengeja aksara untung
dan rugi.
Pujangga perjalanan
ini tak lagi sebanding dengan usia dan dayaku.
Karyamu melebihi usiamu
Agar kau bisa abadi
dalam keabadian namamu.
Kemana kau pujangga.
Kutulis kata ini
saat kau tak lagi hadir.
Dalam bayangmu aku
mencoba mencari.
Masihkah kau ada .
Ayo lah pujangga.
Mari berdiri
bersama. Senyum yang dulu kau tampilkan dalam deretan karya.
18022018
Komentar
Posting Komentar